Dari mana datangnya lintah,
Dari sawah turun ke kali
Darilah mana datangnya cinta,
Darilah mata turun ke hati
Layang-layang selayang pandang,
Hati di dalam rasa bergoncang
Layang-layang jatuh di kali,
Sekali pandang jatuh ke hati.
Buah duku buah rambutan,
Beli peti isinya laksa
Hatiku rindu bukan buatan,
Mengenang kasih jauh di mata
Layang-layang selayang pandang,
Hati di dalam rasa bergoncang
Layang-layang dipohon dungkuh,
Kalau dipandang menjadi rindu.
Pulau pandan jauh di tengah,
Di balik pulau si angsa dua
Hancurlah badai dikandung tanah,
Budi yang baik terkenang jua,
Layang-layang selayang pandang,
Hati di dalam rasa bergoncang
Layang-layang dari Cibinong,
Terpaut pandang janganlah bingung.
Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kita menumpang mandi
Kalaulah ada umurku panjang,
Bolehlah kita berjumpa lagi
Layang-layang selayang pandang,
HAati di dalam rasa bergoncang
Layang-layang tangkainya lidi,
Selayang pandang sampai disini.
Dari sawah turun ke kali
Darilah mana datangnya cinta,
Darilah mata turun ke hati
Layang-layang selayang pandang,
Hati di dalam rasa bergoncang
Layang-layang jatuh di kali,
Sekali pandang jatuh ke hati.
Buah duku buah rambutan,
Beli peti isinya laksa
Hatiku rindu bukan buatan,
Mengenang kasih jauh di mata
Layang-layang selayang pandang,
Hati di dalam rasa bergoncang
Layang-layang dipohon dungkuh,
Kalau dipandang menjadi rindu.
Pulau pandan jauh di tengah,
Di balik pulau si angsa dua
Hancurlah badai dikandung tanah,
Budi yang baik terkenang jua,
Layang-layang selayang pandang,
Hati di dalam rasa bergoncang
Layang-layang dari Cibinong,
Terpaut pandang janganlah bingung.
Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kita menumpang mandi
Kalaulah ada umurku panjang,
Bolehlah kita berjumpa lagi
Layang-layang selayang pandang,
HAati di dalam rasa bergoncang
Layang-layang tangkainya lidi,
Selayang pandang sampai disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar